KEDURANG ILIR – Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat kembali diperkuat dengan diresmikannya operasional Depo POMINDO (Pom Minyak Goreng Indonesia) di Desa Sukajaya, Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa (21/04/2026).
Peresmian depo tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, dan turut dihadiri Direktur PT. Parama Artha Buwana (Parabu), Yaya Sumitra, SAP, MAP, pemilik depo Hj. Dini Trisnawati, Camat Kedurang Ilir, Kapolsek Kedurang ilir, Danramel, Kepala Desa Sukajaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Depo ini menjadi yang ke-234 secara nasional dan sekaligus merupakan depo pertama di Provinsi Bengkulu. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan akses minyak goreng yang lebih mudah, murah, dan transparan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bengkulu Selatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, menyampaikan apresiasi atas hadirnya inovasi distribusi minyak goreng yang dinilai mampu membantu masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung investasi yang berdampak langsung pada kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran Depo Pomindo ini karena dapat membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga menjadi langkah konkret dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok di daerah,” ujar Yevri Sudianto.
Sementara itu, Direktur PT. Parama Artha Buwana, Yaya Sumitra, menjelaskan bahwa konsep Pomindo dirancang untuk memangkas rantai distribusi yang panjang, sehingga harga minyak goreng bisa lebih stabil dan terjangkau di tingkat konsumen. Model bisnis ini telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Pomindo hadir sebagai solusi distribusi minyak goreng yang lebih efisien. Dengan sistem depo langsung ke masyarakat, kami ingin memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan terjaga,” jelas Yaya Sumitra.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran depo pertama di Bengkulu ini merupakan langkah awal untuk ekspansi yang lebih luas di wilayah Sumatera, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Pomindo merupakan model distribusi minyak goreng yang mengedepankan efisiensi rantai pasok, sehingga mampu menekan biaya distribusi dan meminimalkan fluktuasi harga di pasaran.
Dengan konsep tersebut, masyarakat dapat membeli minyak goreng layaknya mengisi bahan bakar di SPBU, namun dengan harga yang lebih transparan dan kompetitif. Kehadiran depo-depo Pomindo di berbagai daerah juga dinilai mampu membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada sektor bahan pokok.
Pemilik depo, Hj. Dini Trisnawati, mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian depo ini dan berharap dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap depo ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng dengan mudah dan harga yang bersahabat,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Depo Pomindo di Desa Sukajaya, diharapkan masyarakat Bengkulu Selatan tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh minyak goreng, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui distribusi bahan pokok yang lebih efisien dan merata. (dz)


















































