Home Daerah Hilangnya Jasa Insentif Nakes 1 Milyar, Dewan Panggil Dinkes Dan Manajemen RSHD

Hilangnya Jasa Insentif Nakes 1 Milyar, Dewan Panggil Dinkes Dan Manajemen RSHD

0
SHARE

Deringbengkulu.com – Bengkulu Selatan. Pasca kisruh perihal penolakan pelayanan terhadap pasien di RSHD Manna, yang sebelumnya sempat viral di media sosial. Hingga saat ini masih bergejolak dan kembali muncul persoalan baru, anggaran jasa insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) senilai Rp 1 Miliar melalui 6,5% APBD Bengkulu Selatan (BS) di tahun 2022 dikabarkan hilang.

Mencuatnya perihal jasa insentif nakes ini diketahui, usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi III DPRD BS. Yang awalnya juga, dimintai kejelasannya oleh salah seorang dokter RSUD HD Manna. Bukan tanpa sebab, dari informasinya jasa insentif nakes mereka masih ada yang belum dibayarkan.

Plt Direktur RSHD dr Debi Utomo menyampaikan, anggaran tersebut sempat diajukan untuk diambil oleh pihak RSUD HD Manna, namun saat melakukan pengajuan untuk pengambilan, anggaran tersebut sudah tidak ada.

“Untuk kejelasannya kalau masalah anggaran tersebut, kami dari pihak manajemen RSHD No komen, coba tanya ke pihak Dinas Kesehatan,” ungkap Debi Utomo saat di wawancarai di sela-sela sidak Komisi III DPRD BS.

Sementara itu, menyikapi hal tersebut Ketua Komisi III DPRD BS Dodi Martian usai pelaksanaan sidak, pihaknya secepatnya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak Dinas Kesehatan dan pihak Manajemen RSHD.

“Secepatnya, kami akan memanggil Dinkes dan Manajemen RSHD untuk kejelasan anggaran tersebut kenapa bisa hilang,” tegas Dodi Martian.

Dari informasi yang di dapatkan bahwa Imendagri pernah memerintahkan pemerintah daerah untuk menganggarkan 6,5% dari APBD untuk jasa insentif Nakes. Yang informasinya anggaran tersebut senilai 1 Milyar rupiah berasal dari dana DAU, yang dikelola langsung melalui Dinas Kesehatan BS. Namun sangat disayangkan, saat ini dana tersebut hilang. (erc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here